Kategori dan Tag pada WordPress

Salah satu kelebihan WordPress dibandingkan blogging platform lainnya adalah adanya taxonomy yang berguna untuk mengelompokkan post, taxonomy itu kita kenal sebagai Categories dan Tags, hanya bisa ditambahkan pada post, tidak ada fasilitas menambahkan category maupun tag pada page.

tags and category

Fungsi kategori adalah untuk kategorisasi atau pengelompokan artikel / posting yg kita tulis. Memang kalau tulisan di blog masih sedikit, masih belum terasa manfaatnya. Tapi kalau artikel yang kita tulis sudah puluhan, ratusan atau bahkan ribuan, kategori menjadi keharusan. Kategori mempermudah kita untuk mencari tulisan yang kita inginkan. Contoh, untuk kumpulan artikel saya yang dimuat di rubinludi.com, misalnya, saya beri kategori “QAD” maka saya cukup mengklik kategori “qad” setiap saya memerlukan salah satu tulisan itu. Search engine wordpress juga akan lebih efektif kalau di setiap artikel kita beri kategori yang sesuai.

Fungsi kedua dari kategori adalah mempertajam SEO (search engine optimization) tulisan kita. Sebuah blog yang baru dibuat biasanya tidak langsung dikenal oleh Google.com. Tapi dengan bantuan kategori, tulisan kita akan masuk Google.com walaupun blog kita belom masuk. Hal ini bisa terjadi, karena link kategori tersebut sudah dikenal baik oleh google. Contoh, di artikel yang kita tulis, kita pasang kategori “tutorial WordPress” atau “tutorial blog”, maka artikel kita akan masuk dan “dikelompokkan” pada link wordpress bersamaan dengan artikel-artikel lain dengan kategori yang sama.

Oleh karena itulah, mengapa terkadang banyak blogger pengguna wordpress yang dalam satu artikel menggunakan atau memanfaatkan kategori sebanyak-banyaknya–kadang tak berkaitan dengan isi– dengan tujuan supaya semakin sering “dilirik” Google dan mesin pencari lain.

Fungsi Tag

Tag juga tak begitu berbeda dengan kategori. Berfungsi untuk pengelompokan artikel. Konon, sekarang banyak search engine yang mendata setiap artikel yang masuk berdasarkan isi tag atau kategorinya. Kelebihan tag dibanding kategori adalah ia lebih fleksibel. Kita bisa menambah tag di kotak yang tersedia di bawah kotak posting tanpa meninggalkan jejak di barisan kategori di sebelah kanan posting. Jadi, untuk kategori buatlah seperlunya. Yang sesuai dengan isi tulisan. Untuk tag, bolehlah kita isi yang agak “ramai” 🙂

Perlu diketahui pula, robot mesin pencari akan menampilkan hasil pencarian didasarkan domain situs, judul posting, dan isi posting. Dengan adanya tag, robot mesin pencari akan dimudahkan untuk memilah dan mengelompokkan suatu postingan atas dasar tag unik yang anda buat. Misalnya saat ini ada membuat tulisan dengan judul Fenomena Sinta dan Jojo di YouTube. Tag yang dibuatnya antara lain: keong racun, musik indonesia, youtube, mahasiswi bandung, sinta dan jojo, charlie st12, dan kota bandung.

Ketika seseorang di ujung dunia lain mengetikkan kata kunci (keyword) yang sama dengan tag yang anda buat di mesin pencari, si mesin pencari akan menyodorkan hasil berdasarkan tag tersebut. Perkara di mesin pencari akan menampilkan tag itu di halaman awal atau tidak, tergantung sejauh mana anda mengoptimasi tulisan yang dibuat. Jangan hanya satu dua tag saja yang disematkan ketika anda membuat postingan. Anda musti mengoptimalkan sebuah postingan yang dibuatnya. Admin WordPress menyarankan maksimal 8 buah tag yang bisa dibuat. Pertimbangannya barangkali berdasar riset WordPress kalau lebih dari 8 tag, postingan itu bisa dianggap spam. Take note that.!

Namun jangan sekali-kali anda membuat tag di mana didalam postingan itu tidak ada kata atau frase dimaksud. Tidak nyambung. Misalkan, anda membuat tulisan dengan topik masakan khas Indonesia, tiba-tiba anda sematkan tag: gambar hot, dada montok, gadis semlohai dll. Bukannya tampil di halaman pencarian mesin pencari, malah-malah tulisan anda itu dianggap spam.Hehe… Trik itu dulu pernah dipakai orang untuk mengelabui netter mengunjungi suatu situs panas. Bukan gambar hot, dada montok atau gadis semloi yang didapatkan, namun anda akan digiring untuk mengklik iklan-iklan tertentu. Ini yang terjadi di iklan-iklan FB yang sering kita temui agar menarik pengunjung untuk meng-klik halam tersebut dan tentu saja akan menghabiskan waktu anda yang cukup berharga. Trik kuno itu jangan sekali-sekali anda terapkan, sebab justru akan menjatuhkan reputasi dari web anda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *